Desa Wisata Bokesan, Budidaya Ikan Sleman

Desa Wisata Bokesan

Desa Wisata Bokesan terletak di dusun Bokesan, desa Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman. Daerah ini merupakan daerah dataran rendah. Desa wisata ini mengedepankan wisata berbasis ikan bukan salak seperti pada desa wisata umumnya yang ada di kabupaten sleman yang membudidayakan Salak Pondoh. Ikan yang di budidaya antara lain nila, lele, gurame, dan ikan hias. Wilayah di desa ini sebagian besar dijadikan sebagai budidaya ikan. 60 persen wilayahnya dijadikan sebagai kolam ikan.
Pengunjung dapat belajar langsung tentang budi daya ikan mulai dari pembenihan, pembesaran ikan, pembuatan pakan dan pengolahan ikan. Selain itu pengunung dapat menikmati kuliner berupa berbagai olahan ikan yang ada di desa ini.

Baca Juga : Desa Wisata Brayut, Budaya dan Pertanian

Hampir disetiap rumah yang ada di Desa Wisata Bokesan memilki kolam untuk budi daya ikan sendiri. Karena sudah terkenal dengan budi daya ikannya, desa wisata ini sudah punya pasar ikan sendiri. Pasar ini ramai dikunjungi oleh warga desa lain bahkan dari luar daerah. Selain itu warga desa wisata ini juga mengirimkan ikan dalam jumlah besar dan menjadi langganan di beberapa pasar di DIY. Untuk ikan ikan kecil dikirim sampai ke Papua, Grontalo dan lainnya,.

Desa Wisata Bokesan

Desa Wisata Bokesan

Desa Wisata Bokesan ini sempat terhenti selama 2 tahun, namun saat ini desa ini mulai bangkit lagi. 90 persen warga berpartisipasi dalam pengembengan desa wisata ini. Desa ini awalnya hanya wisata budi daya ikan saja, namun Desa Wisata Bokesan ini sering dikunjungi wisatawan untuk outbond. Warga desa wisata ini juga akan mengembangkan home stay untuk pengunjung. Warga juga terdorong berwirausaha dengan olahan ikan untuk oleh oleh khas desa wisata ini.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman mendukung pengembangan Desa Wisata Bokesan ini, namun juga harus sesuai dengan standar. Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (DPPK) juga mendukung, menurutnya desa ini akan dikembangkan sebagai industri bambu agar pengunjung yang datang tidak hanya mengambil hasil ikannya saja tetapi bisa membakarnya langsung di Desa Wisata Bokesan ini.

Penulis: Fahni Nesa Khulqi
Editor: Supra Yoga Pratama
Image : Suryamina & Nurdinlathief

Yuk bagikan