Desa Wisata Gabugan Turi atau Wisata Gabugan, berada di dusun Gabugan, Donokerto, Turi, Sleman. Desa ini terkenal dengan perkebunan salak pondohnnya karena banyak perkebunan salak yang merupakan salah satu icon kabupaten sleman di bidang agrobisnis. Dan selain itu di  desa ini juga menjadi salah satu produsen salak pondoh. Selain perkebunan salak pondoh, lahan yang ada  di desa ini sebagian banyak dijadinkan sebagai area perikanan atau kolam ikan.
Desa wisata gabugan turi ini berdiri pada tangal 4 Desember 2004. Desa ini semakin berkembang dengan di buatnya homestay untuk pengunjng. Sebelum dibangun homestay dulunya jika ada  pengunjung ingin menginap para pengunjung akan menggunakan rumah penduduk, tetapi saat ini investor membeli atau menyewa lahan desa tersebut dan dibangun homestay untuk pengunjung. Homestay di desa wisata Gabugan ini berkapasitas 300 orang dan terdapat tempat pertemuan dengan kapasitas kurang lebih 100 orang. Tentunya dengan harga yang relatif terjangkau, menarik bukan.

Desa Wisata Gabugan Turi
Desa Wisata Gabugan Turi

Pengunjung yang datang ke desa ini akan sangat menikmanti suasana yang ada, selain bisa menikmati suasana alamnya yang indah dan nyaman, udara disini juga sangat sejuk dan pemandangan masih terlihat asri. Warga yang ada di Desa Wisata Gabugan masih kental dengan tradis masyarakat Jawa. Sehingga pengunjung benar-benar akan merasakan suasana pedesaan. Ini sangat cocok bagi anda yang tinggal di kota kota besar yang ingin menikmati sensasi asli pedesaan yang tak pernah ditemui di kota.
Desa wisata Gabugan Turi ini memiliki bebagai kesenian dan budaya yang masih dilestarikan sampai saat ini, diantaranya jathilan, karawitan, wayang kulit, dan ketoprak. Makanan khas dari desa wisata Gabugan turi ini adalah Salak Pondoh, Dodol Salak, Mengono, dan Jenang Salak. Tentunya makanan tersebut bisa dijadikan sebagai oleh-oleh untuk keluarga, sahabat dan bahkan kekasih anda tentunya bagi kaula muda.
Selain potensi alam, potensi kesenian dan potensi makanan khasnya, beberapa tradisi budaya yang masih dilakukan oleh penduduk desa ini adalah Merti Bumi yang dilakukan setiap 2 tahun sekali, Kenduri dilakukan pada hari besar, Nyandran dilakukan bulan Ruwah, Wiwit dilakukan pada saat memulai panen, Mitoni dilakukan pada kehamilan pertama saat kandungan berusia 7 bulan, Selapanan dilakukan saat bayi berumur 35 hari, Midoderani yaitu prosesi pernkahan 1 amlam sebelum ijab kobul, dan tradisi Tahlil. Cukup banyak bukan hal baru yang bakal anda dapatkan jika mampir ke Desa Wisata Gabugan Turi.

Penulis: Fahni Nesa Khulqi
Editor: Supra Yoga Pratama
Foto: Arif Likman

Supra Yoga Pratama

leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Create Account



Log In Your Account