Kerajinan mendong sudah sangat terkenal berasal dari Tasikmalaya. Sejarah kejayaan tanaman Mendong (Fimbristylis Globulosa) dimulai pada Era tahun 1940 an. Saat dimana jenis tanaman ini untuk pertama kalinya dibawa dari Pulau Sumbawa ke Pulau Jawa oleh 2 orang saudagar / pedagang kuda dari Purbaratu Tasikmalaya yaitu juragan Oneng dan H. Maksum. Mendong atau juga disebut sebagai purun tikus merupakan jenis rumput yang hidup di rawa-rawa. Di sleman sendiri Tanaman mendong banyak dimanfaatkan sebagai bahan pembuat kerajinan seperti tikar, tas, atau dompet. Seperti yang dilakukan oleh warga di Kecamatan Minggir Sleman. Banyak warganya yang membudidayakan tanaman medong sebagai bahan kerajinan mendong. Di Kecamatan Minggir ada 5 dusunnya yang merupakan penghasil mendong, yaitu dusun Parakan Kulon, Plembun, Badn, Minggir II, dan Kisik.

Baca Juga : Kerajinan Tenun Desa Wisata Gamplong

Dari kelima dusun tersebut dusun Parakan Kulonlah yang menjadi penghasil mendong terbesar. Warga desa biasanya menanam tanaman mendong di lahan sawah atau bedeng dengan tetap menjaga lahan agar terus digenagi air, karena tanaman mendong sangat bergantung dengan banyaknya air. Proses tanam dari tanaman rawa ini adalah seperti menanam padi pada umumnya. Setelah enam hingga sembilan bulan tanaman mendong sudah siap untuk dipanen dan diproses menjadi Kerajinan mendong. Sebelum disulap menjadi kerajinan yang eksotis, setelah panen tanaman mendong langsung dikeringkan dibawah sinar matahari untuk mengurangi kadar air dalam batang tanaman mendong. Setelah dijemur, batang-batang mendong kemudian di gosok atau dipipihkan menjadi lembaran-lembaran agar mudah untuk dianyam.

Kerajinan Mendong
Kerajinan Mendong

Batang mendong yang bagus akan menghasilkan lembaran-lembaran dengan ukuran lebar 4 milimeter. Jika batang mendong sudah berubah menjadi lembaran-lembaran ini menandakan bahwa mendong siap untuk dianyam dan dijadikan kerajinan yang eksotis khas Sleman. Kerajinan mendong yang dihasilkan dari anyaman-anyaman mendong dari warga Kecamatan Minggir adalah berupa peci, tikar, tas, dompet, amplop undangan, dan sandal. Harga yang ditawarkan dari hasil kerajinan mendong Kecamatan Minggir Sleman adalah mulai harga 20.000 rupiah hingga 100.000 rupiah tergantung dengan jenis kerajinan. Kerajinan-kerajinan mendong dari warga Kecamatan Minggir Kabupaten Sleman ini dapat Anda dapatkan di toko-toko oleh-oleh khas jogja, seperti di Mirota Batik. Jika Anda berkesempatan untuk mengunjungi Jogjakarta, takada salahnya untuk membawa salah satu kerajinan hasil karya warga Kecamatan Minggir Kabupaten Sleman untuk dijadikan buah tangan bagi saudara Anda di rumah. Pastikan anda pulang membawa Kerajinan mendong ya 🙂

Penulis : Dian Ayu SP
Editor : Supra Yoga Pratama
Image : halo &  mahmudah

Supra Yoga Pratama

comments

leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Create Account



Log In Your Account