Guna mempertahankan keberadaan air tanah, Koalisi Rakyat untuk Hak Atas Air (KRuHA) mengajak masyarakat gunakan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). KRuHA menganjurkan agar pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Sleman, untuk membuat aturan penggunaan air PDAM.
Dalam peraturan tersebut, pemerintah harus mewajibkan semua bangunan, terutama hotel dan mall yang saat ini marak bermunculan, menggunakan air PDAM. Pasalnya penggunaan air tanah berlebihan dapat menimbulkan konflik dan kerusakan lingkungan.
“Kenapa harus pakai PDAM, karena PDAM sedot air permukaan, seperti Umbul Waton dan Umbul Lanang, bukan air tanah,” ujar Wijayanto Hadipuro, Anggota KRuHA, Jumat (21/10/2016).
Dengan menggunakan air PDAM, menurutnya dapat mempertahankan keberadaan air tanah. Sebab mempertahankan keberadaan air tanah jauh lebih penting.
Air tanah merupakan sumber daya alam yang sulit untuk diperbaiki. Selain itu, eksploitasi air tanah secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Seperti, penurunan permukaan tanah dan kelangkaan air.
Selain hotel dan mall, masyarakat di pemukiman juga disarankan untuk mengakses air PDAM. Wijayanto mengimbau agar masyarakat berhenti membuat sumur bor di rumahnya masing-masing.
Namun di lain sisi, pemerintah tetap harus menghadapi tantangan untuk memperbaiki kualitas PDAM. Baik dari segi kualitas airnya sendiri, maupun keterjangkauan pipa air di wilayah setempat.
“Sebagai konsumen, kita memiliki hak untuk menuntut pelayanan terbaik dari PDAM,” ujarnya dalam acara Bedah Kajian Hak Atas Air Indonesia. (*)

Sumber: TribunJogja

Supra Yoga Pratama

leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Create Account



Log In Your Account