Merti Bumi Tunggul Arum adalah acara adat atau budaya yang diselenggarakan setiap tahunnya di Dusun Tunggul Arum Kecamatan Turi kabupaten Sleman Yogyakarta. Tempat pelaksanaannya berada sekitar 25 km arah utara dari pusat Kota Jogja. Walaupun berada jauh dari pusat kota namun pemandangan dan suasana yang disuguhkan di Dusun Tunggul Arum sangatlah indah. Berada diketinggian kurang lebih 700 hingga 800 kilometer di atas permukaan laut, Dusun Tunggul Arum menawarkan pemandangna kota Jogja yang indah dari atas ketinggian dan udara yang sejuk untuk menyegarkan pikiran. Merti Bumi Tunggul Arum dilaksanakan setiap bulan Sapar pada penanggalan kalender jawa atau pada sebelum waktu panen raya.
Tujuan dari diselenggarakannya upacara adat ini adalah sebagai wujud rasa syukur warga Dusun Tunggul Arum atas panen yang telah didapat. Selain sebagai wujud rasa syukur, warga sekitar masih mempertahankan upacara adat Merti Bumi untuk melestarikan budaya dan kesenian serta untuk meningkatkan potensi wisata desa setempat. Selain keanekaragaman wisata desa yang adadi kabupaten sleman wisata budayanya juga patut untukkita ketahui salah satunya wisata budaya yang diwariskan leluhur yaitu Merti Bumi Ini.

Merti Bumi Tunggul Arum
Merti Bumi Tunggul Arum

Rangkaian upacara adat Merti Bumi Tunggul Arum adalah prosesi pengambilan air suci dari empat penjuru, parade seni daerah, pengajian dan mujahadahan, serta pameran potensi masyarakat dan bazar. Pada acara puncak dilangsungkan kirap pusaka Kyai Tunggul Wulung berupa bendera yang menjadi symbol atau panji Kesultanna Ngayogyakarta Hadiningrat. Kirab Tumpeng Lanang dan Wadon, Tari Persembahan, Kirab Gunungan Salak, pelepasan burung, Gejog Lesung (musik tradisional yang terdiri atas alu dan lesung yang dahulu digunakan untuk memisahkan padi dari tangkainya), dan terakhir adalah Bregada Prajurit (Pager Bumi).
Saat upacara adat Merti Bumi Tunggul Arum berlangsung selain disuguhi dengan pemandangan alam sekitar yang indah pengunjung juga disuguhi dengan makanan tradisional, dawet dan salak pondoh yang menjadi maskot Kabupaten Sleman. Tidak ada tiket masuk untuk bisa menyaksikan upacara adat Merti Bumi Tunggul Arum, jadi recommended banget untuk kalian para penikmat seni budaya Indonesia khususnya Merti Bumi Tunggul Arum.

Penulis : Dian Ayu SP
Editor : Supra Yoga Pratama

Supra Yoga Pratama

comments

leave a comment

Create Account



Log In Your Account