Penyakit Antraks, Pengertian dan Pengobatannya

Penyakit Antraks

Penyakit Antraks – Belakangan ini di Yogyakarta khususnya kabupaten Sleman di gegerkan dengan sebuah virus yang berasal dari hewan, yaitu penyakit Antraks. Beberapa orang yang sudah terindikasi terinfeksi penyakit ini. Nah oleh sebab itu kita harus mengenal dulu apa itu Penyakit Antraks. Antraks atau anthrax merupakan penyakit yang menular secara akut yang penyebabnya adalah bakteri Bacillus Anthracisdan merupakan penyakit yang mematikan dalam bentuknya yang sangat ganas. Antraks sangat sering menyerang hewan herbivora-herbivora liar dan hewan yang sudah dijinakkan, tetapi juga bisa menyerang manusia karena penyebabnya adalah hewan-hewan yang sudah diserang oleh penyakit antraks ini, jaringan pada hewan yang sudah tertula atau spora antraks dengan kadar tinggi.
Penyakit antraks yang menyerang warga Yogya dan Kulonprogo disebabkan karena sebelumnya warga yang tertular Antraks mengonsumsi daging ternak yang terkena virus itu. Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik, dr R Ludhang Pradipta Rizki, menjelaskan apa penyebab terjadinya penyakit antrax itu seperti kondisi cuaca saat ini memiliki pengaruh dalam mempercepat proses sporulasi dari bentuk vegetatif menjadi bentuk spora bakteri antraks. Selain itu, penyakit antraks menjadi banyak dibicarakan, mengingat pengaruhnya tidak hanya pada kesehatan manusia namun juga hewan ternak. Kepala Dinas Kesehatan Yogyakarta, Dr Vita Yulia, memberikan ciri-ciri gejala manusia yang terkena penyakit antraks, terutama antraks yang menyerang kulit. “Gejala penyakit antraks pada kulit manusia ditandai dengan kulit yang tampak melepuh berisi cairan, di sekitarnya tampak merah dikelilingi peradangan di tangan, lengan dan kepala pasien, jika menderita luka terbuka segeralah diobati dan dicegah dari kontak langsung spora bakteri,” ucapnya (tribunjogja)

Baca Juga : Waspadai Virus Dengue Penyebab Demam Berdarah 
Baca Juga : Waspadai Toxoplasmasis Pada Wanita 
Baca Juga : Flu Tulang, Waspadai dan Kenali Bahaya 

Walaupun demikian, sampai saat ini belum ada kasus mengenai manusia yang tertular melalui sentuhan dan juga kontak tubuh dengan orang yang menderita penyakit antraks. Antraks mempunyai makna “batubara” di dalam bahasa Yunani, dan makna ini dipakai karena kulit para korban yang menderita penyakit antraks akan berubah menjadi hitam.

Penyebaran Penyakit Antraks Di Dunia
Infeksi penyakit antraks sangat jarang terjadi tetapi hal yang serupa tidak berlaku untuk hewan herbivora-herbivora misalkan seperti sapi, kambing, ternak, unta, dan juga antelop. Antraks bisa dijumpai di seluruh dunia. Penyakit ini biasanya ada di negara-negara berkembang atau negara-negara yang tidak memiliki program kesehatan umum mengenai penyakit-penyakit yang ada pada hewan. Beberapa daerah yang ada di dunia seperti Amerika Selatan dan Tengah, Eropa Selatan dan Timur, Asia, Afrika, Karibia dan Timur Tengah, mengabarkan bahwa kejadian antraks lebih banyak terjadi pada hewan-hewan dibandingkan pada manusia. Penyakit Antraks sendiri memiliki beberapa jenis di antaranya antraks kulit, antraks pada saluran pencernaan, antraks pada paru-paru dan antraks meningitis.

Penularan Penyakit Antraks
Penyakit antraks umumnya ditularkan ke manusia karena penyebabnya adalah pengeksposan pekerjaan pada hewan yang sakit atau hasil ternak hewan seperti kulit dan juga daging, atau mengkonsumsi daging hewan yang sudah tertular penyakit antraks. Selain dari itu, penularan juga bisa terjadi apabila seseorang terhirup spora dari produk hewan herbivora yang terserang penyakit ini, misalnya produk kulit atau mungkin bulu yang sudah dikeringkan. Pekerja yang sudah tertular dari hewan yang sudah mati dan juga produk hewan dari negara antraks yang biasa dijumpai bisa tertular B. Anthracis, dan antraks yang ada dalam ternakan liar bisa dijumpai di Amerika Serikat. Meskipun terdapat banyak pekerja yang sering tertular dengan jumlah spora antraks yang sangat banyak, kebanyakan dari mereka tidak menunjukkan adanya simptom.

Circle Penyakit Antraks

Circle Penyakit Antraks

Gejala Yang Ditimbulkan
Penyakit antraks bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui usus kecil, paru-paru dengan cara penghirupan, atau juga melalui kulit yang terdapat luka. Antraks tidak akan mungkin tertular melalui manusia kepada manusia. Beberapa gejala-gejala yang ditimbulkan dari penyakit antraks berdasarkan tipe pencernaan adalah mual, pusing, muntah, tidak adanya nafsu makan, suhu badan yang tiba-tiba terjadi peningkatan, muntah yang bercampur dengan darah, buang air besar menjadi berwarna hitam, sakit perut yang sangat hebat seperti dan berdasarkan tipe kulit adanya borok sesudah mengkonsumsi dan juga mengolah daging asal hewan yang sudah terjangkit penyakit antraks.

Baca Juga : Kerajinan Tenun Desa Wisata Gamplong
Baca Juga : Wisata Kuliner Khas Sleman Yang Wajib Anda Coba
Baca Juga : Pos Ketan Legenda – 1967 di Jogja

Gejala yang ditimbulkan dari penyakit antraks bisa muncul dalam waktu 12 jam sampai 5 hari setelah Anda terpapar oleh bakteri. Infeksi kulit diawali dengan adanya benjolan berwarna merah dan coklat yang membesar dan disertai dengan adanya pembengkakan di sekeliling benjolan tersebut. Benjolan tersebut kemudian berubah menjadi luka lepuhan dan akan mengeras, kemudian di bagian tengahnya pecah dan akan mengeluarkan cairan berwarna bening, kemudian membentuk keropeng yang berwarna hitam.
Kelenjar getah bening yang terdapat di daerah yang terkena tadi bisa mengalami pembengkakan, dan penderita akan merasakan tidak enak badan, terkadang otot si penderita juga terasa sakit, sakit kepala, demam, mual dan mungkin muntah. Antraks pulmoner atau penyakit woolsorter bisa terjadi karena menghirup spora dari bakteri penyakit antraks. Kemudian, spora membelah diri dalam kelenjar getah bening yang terletak di dekat bagian paru-paru. Kemudian kelenjar getah bening pecah dan berdarah, dan menyebarkan infeksi ke seluruh struktur terdekat yang di dalam dada.
Pada awalnya, gejala yang ditimbulkan samar-samar dan sama seperti flu. Tetapi berikutnya, demam akan semakin memburuk dan dalam waktu beberapa hari terjadi adanya gangguan pernafasan yang sangat hebat, dan diikuti koma. Dan bisa juga terjadi infeksi pada otak dan juga selaputnya atau meningoensefalitis.

Ciri-Ciri Daging Yang Terjangkit Penyakit Antraks
1. Daging yang terjangkit penyakit ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
2. berwarna hitam
3. berlendir
4. berbau.

Pengobatan Penyakit Antraks
Walaupun segera diberikan pengobatan dini, jenis penyakit antraks ini hampir selalu menimbulkan akibat yang sangat fatal. Antraks jenis gastrointestinalis sangat jarang terjadi. Bakteri bisa tumbuh di dalam dinding usus dan kemudian akan melepaskan racun yang bisa menyebabkan perdarahan secara luas dan kematian pada jaringan.
Apabila menyebar ke aliran darah, maka infeksi ini bisa saja berakibat sangat fatal. Infeksi pada kulit diobati dengan cara diberikan suntikan obat penisilin atau dengan suntikan obat tetrasiklin maupun obat eritromisin per-oral. Infeksi pada paru-paru diobati dengan obat penisilin intravena. Kortikosteroid dipakai untuk mengurangi peradangan yang ada di dalam paru-paru. Apabila pengobatan tertunda umumnya dikarenakan diagnosisnya yang belum pasti, maka kemungkinan besar akan menyebabkan kematian.

Sumber: pulauherbal 
Image: GoogleImage

Yuk bagikan