Program data tunggal pertanian memilih Kabupaten Sleman sebagai pilot project pelaksanaan. Pemilihan ini langsung di sampaikan oleh Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN). Melalui sistem aplikasi itu, data kondisi pertanian di wilayah Sleman bisa didapat secara konkret. Dan ini bisa lebih memudahkan dalam mengetahui kondisi pertanian di wilayah Sleman

Disampaikan langsung oleh Ketua KEIN Bapak Benny Pasaribu bahwa sistem atau Program data tunggal pertanian ini berisikan informasi pertanian dan profile petani itu sendiri. Informasi-informasi yang di maksud ialah kepemilikan lahan pertanian, jumlah ternak yang ada, masa tanam hingga hasil panen. Sistem data tunggal pertanian akan diperbaharui secara berkala sehingga data yang ada bisa lebih dinamis dan semakin lengkap.

Lebih lanjut beliau mengatakan pendataan tidak hanya dilakukan setahun sekali namun terus menerus diperbarui. Sistem ini sangat mudah di gunakan kerena untuk memperbaharui data-data yang masuk bisa dilakukan melalui aplikasi. Aplikasi ini bisa di akses melalui Gadget seperti Smartphone, Tablet dan lainnya yang menggunakan sistem operasi Android maupun fasilitas BUMDes.

Program data tunggal pertanian
Program data tunggal pertanian

Dengan sistem program data tunggal pertanian diharapkan perubahan data pertanian dapat terpantau secara akurat dan terus-menerus. Adanya informasi dan data yang akurat bisa ini dapat menjadi dasar pemerintah dalam mengelurkan kebijakannya secara tepat. Pasalnya, selama ini data yang dimiliki oleh setiap instansi dilakukan secara manual dan cenderung menghasilkan informasi yang tidak pernah sama. Hal ini menjadi polemik tersendiri di pemerintahan khususnya di bagian pertanian. Misalnya antara data Kementerian Pertanian dan Badan Pusat Statistik (BPS). Hal ini pada fase tertentu bisa memunculkan kondisi melambungnya harga komoditas pertanian.

Di kutip dari Tribun Jogja: Wakil bupati Sleman, Sri Muslimatun mengatakan, penerapan sistem ini sejalan dengan visi Pemkab mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, mandiri, berbudaya dan terintegrasikannya sistem e-government menuju smart regency pada 2021.”Harapan kami, sistem ini memberikan dampak positif bagi kebijakan pemerintah daerah dan pusat,” katanya.Pihaknya berharap uji coba sistem aplikasi data tunggal dan integrasi logistik pangan mendatang dapat berjalan dengan baik. Semoga dengan sistem ini pertanian di kabupaten Sleman semakin maju dan dukung terus program data tunggal pertanian ini.

Penulis : Supra Yoga Pratama
Sumber : Tribun Jogja
Foto : Mapio

Supra Yoga Pratama

leave a comment

Create Account



Log In Your Account