Upacara adat Bathok Bolu Alas Ketonggo

upacara adat Bathok Bolu

Upacara adat Bathok Bolu merupakan salah satu dari sekian banyak budaya tradisi di Kabupaten Sleman Yogyakarta. Upacara adat Bathok Bolu diselenggarakan untuk menyambut datangnya bulan Sura dalam penanggalan Jawa. Upacara adat Bathok Bolu diselenggarakan di Dusun Sambiroto Desa Purwomartani Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman Yogyakarta. Rangkaian upacara adat Bathok Bolu adalah dimulai dengan diadakannya bazar di lapangan desa setempat dari siang hingga malam hari. Dihari berikutnya berlangsung acara penggambilan air suci di Sendang Banyu Panguripan. Air suci tersebut dikirab dari masjid setempat dilanjutkan tahlil dan macapat. Puncak acara diawali dengan kirab banyu panguri[an Umbarambe dimeriahkan dengan berbagai Bregada Prajurit. Diantaranya, Bregada Ganggeng Samodra, Bregada Bathok Bolu,

upacara adat Bathok Bolu

upacara adat Bathok Bolu

Punggawa desa yang terdiri dari 2 pengarak berkuda, serta diiringi oleh Bregada Penggerek yang terdiri dari ulama, tokoh, dan sesepuh masyarakat setempat. Tak lupa dalam kirab budaya diiringi oleh kelompok kesenian tradisional. Jalur kirab dari masjid setempat hingga Kraton Bathok Bolu Alas Ketonggo. Sampai di Kraton dilakukan serah terima banyu(air) suci dan Uba Rampe dari bregada atau prajurit kepada punggawa adat secara simbolis.

Baca Juga : Merti Bumi Tunggul Arum

Makna yang terkandung dalam berlangsungnya upacara adat Bathok Bolu adalah Bathok yang berarti tempurung dalam Bahasa Indonesia. Bolu yang merupakan singkatan dari Bolong telu yang berarti Lubang Tiga dalam Bahasa Indonesia. Upacara adat Bathok Bolu dapat digambarkan sebagai bathok kelapa yang menggambarkan kehidupan manusia secara filsafat dan hakikat secara mistis.
Nilai pituturan yang terkandung dalam upacara adat Bathok Bolu adalah sebagai berikut:

  1. Cikal atau tunas bakal pohon kelapa yang masih kecil, yang bermakna umur manusia yang masih kecil
  2. Glugu bermakna sifat dan tingkah laku manusia yang masih lugu, polos, dan jujur
  3. Tataran, tangga yang dibuat pada batang pohon untuk memudahkan memanjat, bermakna untuk bisa mencapai suatu hal butuh proses dan usaha didalamnya
  4. Tapas, pembungkus calon buah kelapa, bermakna manusia harus mau ditata secara pas dan selaras
  5. Mancung, kuncup bunga kelapa, bermakna manusia harus menggantungkan cita-cita setinggi langit
  6. Manggar, bunga kelapa, bermakna hidup manusia baiknya di anggar atau dipertimbangkan secara masak, memiliki target yang jelas
  7. Cengkir, buah kelapa muda, bermakna hidup haruskuat dalam pemikiran
  8. Degan, kelapa muda, maksudnya hidup harus mendapatkan gegantilaning ati atau sandaran hati, yaitu kepada Tuhan
  9. Sepet, kulit kelapa, bermakna daam kehidupan manusia harus berai menghadapi pahitnya kehidupan(sepet)
  10. Janur, daun kelapa muda, bermakna hidup harus selalu mencari cahaya kuning, yaitu cahaya ilahi

Tak hanya bisa menikmati prosesi budaya adat, namun pengunjung bisa mengambil makna upacara adat Bathok Balu dalam kehidupan. Acara adat ini tidak dipungut biaya, jadi pengunjung bisa datang langsung ke Dusun Sambiroto pada bulan Suro penanggalan Jawa. Karena acara ini sangat menarik jadi tidak ada salahnya kita untuk melihat atau bahkan melestarikan Upacara adat Bathok Bolu.

Penulis : Dian Ayu SP
Editor : Supra Yoga Pratama
Image : Jogjajalan & TeamTouring

Yuk bagikan