Wisata Budaya Sekaten atau upacara sekaten merupakan peringatan ulang tahun Nabi Muhammad yang diadakan setiap tanggal 5 bulan Jawa Mulud (Rabiul Awal tahun Hijriah) di Alun-alun utara Yogyakarta. Tradisi ini sudah berlangsug sejak abad ke 16 dan masih dilakukan hingga sekarang. Tradisi sekaten dipercaya sebagai perpaduan antara dakwah dan seni. Diawali saat sunan kalijaga menggunakan kesenian untuk menarik perhatian warga sekitar agar mau menikmati pagelaran gamelan. Di setiap pagelaran disisipi bacaan-bacaan Al Quran sebagai cara untuk mendakwahkan ajaran agama Islam. Sejak saat itu acara ini menjadi tradisi wisata budaya sekaten di Jogja.
Prosesi perayaan budaya sekaten diawali dengan iring-iringan abdi dalem bersama dengan dua set gamelan jawa Kyai Nogowilogp dan Kyai Guturmadu pada malam hari. Tahun ini perayaan pasar malam wisata budaya sekaten akan diadakan pada tanggal 18 November 2016 hingga 11 Desember 2016. Di malam harinya pengunjung dapat menikmati pasar malam yang memiliki banyak wahana permainan. Selain itu banyak juga yang berjualan makanan dan barang-barang. Adapula pertunjukan ketoprak atau wayang orang. Pertunjukan dan permainan yang disuguhkan banyak menarik minat wisatawan baik itu wisatawan asing maupun domestik untuk mengunjungi perayaan wisata budaya sekaten.

Wisata Budaya Sekaten
Wisata Budaya Sekaten

Acara puncak peringatan budaya sekaten ditandai dengan Grebeg Muludan yang diadakan pada tanggal 12 tepat dengan hari kelahiran nabi Muhammad. Perayaan grebeg diawali dengan upacara pemberangkatan dari pergelaran keraton Yogyakarta yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Iring-iringan ketujuh gunungan dikawal oleh 12 prajurit keraton atau yang disebut Bergo. Gunungan-gunungan tersebut dibagi menuju tiga lokasi yaitu Masjid Gede kauman, Puro Pakulaman, serta Kantor Kepatihan. Setelah gunugan tiba di masing-masing lokasi, selanjutnya akan dilakukan ritual doa yang menyimbolkan rasa syuur dan kerendahan manusia. Setelah ritual doa, gunungan-gunungan tersebut langsung diserbu oleh warga sekitar yang sudah menunggu acara budaya ini. Sebagian warga masih percaya bahwa jika mendapatkan sesuatu dari gununga tersebut, maka akan membawa keberkahan. Karena keunikan tradisi inilah banyak wisatawan mancanegara yang penasaran untuk dating langsung pada wisata budaya sekaten di Jogja.

Penulis: Dian Ayu SP
Editor: Supra Yoga Pratama
Foto: Detik Travel

Supra Yoga Pratama

comments

leave a comment

Create Account



Log In Your Account